Cara menghitung cicilan KPR
Rumus cicilan anuitas
Cicilan KPR umumnya memakai metode anuitas: jumlah yang dibayar tiap bulan sama, tetapi porsinya berubah. Di awal tenor, sebagian besar cicilan membayar bunga. Makin lama, porsi pokok makin besar.
Rumusnya M = P × r × (1 + r)^n ÷ ((1 + r)^n − 1). P adalah pokok pinjaman (harga rumah dikurangi uang muka), r bunga per bulan (bunga tahunan ÷ 12), dan n jumlah bulan.
Contoh hitungan
Rumah Rp 500 juta dengan uang muka 20% berarti pokok pinjaman Rp 400 juta. Dengan bunga 9% per tahun dan tenor 20 tahun (240 bulan), cicilannya sekitar Rp 3,6 juta per bulan. Total yang dibayar sekitar Rp 864 juta, sehingga bunganya sekitar Rp 464 juta, lebih besar dari pokoknya.
Bunga fixed lalu floating
Banyak bank menawarkan bunga tetap (fixed) beberapa tahun pertama, lalu bunga mengambang (floating) setelahnya. Kalkulator ini menghitung ulang cicilan dari sisa pokok ketika masa fixed berakhir, sehingga Anda bisa melihat kenaikan cicilan yang mungkin terjadi.
Yang belum termasuk
Biaya provisi, administrasi, asuransi jiwa dan kebakaran, biaya notaris, dan pajak pembelian dapat Anda isi sebagai persentase. Bila tidak diisi, hasilnya hanya cicilan pokok dan bunga. Syarat dan angka bunga sebenarnya mengikuti penawaran bank.
Hasil kalkulator adalah perkiraan dan bukan nasihat keuangan, pajak, hukum, keagamaan, atau kesehatan.